Sabtu, 18 Januari 2014

Aku dan Bunyi Kipas Angin

Malam Minggu tgl 04 Januari 2014 ini terasa damai berhiaskan bunyi bolak balik kipas anginku yang berada dikamarku yang sempit. Sejam, dua jam, tiga jam aku menunggu seseorang yang mungkin sedang tidak menghiraukan diriku. Seseorang yang mungkin sedang asyik berkeluh kesah dengan nyaman bersama lelaki lain. Seseorang yang saat ini sedang tertawa lepas bersama lelaki lain. Dan aku pun hanya menjadi bayang dibelakangnya, melihat dia bersama lelaki lain dalam bayangku.

Gundah hatiku menggerakkan jemariku untuk memegang telepon genggamku. Ku ketikkan sebuah pesan BBM kepadanya hanya untuk memastikan dirinya baik-baik saja tanpa bermaksud untuk mengganggu . Semenit, setengah jam, sejam pun berlalu tiada balasan atau sinya “read”dari ponselku. “Kamu udah dirumah? Klo blm, nanti klo udah sampai rmh bersih2 dan solat ya. Selamat istirahat :)”.

Entah gejolak apa yang berada dihati ini ketika nalar sudah tidak lagi berpikir baik tentangnya. Pun aku terisak oleh nafas yang semakin menyesakkan dadaku, air mataku seolah tak mau bersembunyi lagi dari balik bola mataku. Aku sudah berusaha untuk selalu menjaga hati, namun yang terjadi berbeda arah dengan dia. Dibalik ini semua, apalah aku ini baginya, orang yang tidak bisa ada disaat dia butuhkan, orang yang selalu membuat dia malu untuk memajang foto kami berdua di telepon genggamnya, dan orang yang jarang disebut dalam kesehariannya dengan temannya.

Akupun hanya dapat ikhlas dan berdoa semoga Allah SWT selalu menyayangi dia melebihi rasa sayangku kepadanya. Sejujurnya aku Cemburu De’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar