Aku dan Bunyi Kipas Angin
Malam
Minggu tgl 04 Januari 2014 ini terasa damai berhiaskan bunyi bolak balik kipas
anginku yang berada dikamarku yang sempit. Sejam, dua jam, tiga jam aku
menunggu seseorang yang mungkin sedang tidak menghiraukan diriku. Seseorang
yang mungkin sedang asyik berkeluh kesah dengan nyaman bersama lelaki lain.
Seseorang yang saat ini sedang tertawa lepas bersama lelaki lain. Dan aku pun
hanya menjadi bayang dibelakangnya, melihat dia bersama lelaki lain dalam
bayangku.
Gundah hatiku
menggerakkan jemariku untuk memegang telepon genggamku. Ku ketikkan sebuah
pesan BBM kepadanya hanya untuk memastikan dirinya baik-baik saja tanpa
bermaksud untuk mengganggu . Semenit, setengah jam, sejam pun berlalu tiada
balasan atau sinya “read”dari ponselku. “Kamu udah dirumah? Klo blm, nanti klo
udah sampai rmh bersih2 dan solat ya. Selamat istirahat :)”.
Entah
gejolak apa yang berada dihati ini ketika nalar sudah tidak lagi berpikir baik
tentangnya. Pun aku terisak oleh nafas yang semakin menyesakkan dadaku, air
mataku seolah tak mau bersembunyi lagi dari balik bola mataku. Aku sudah berusaha
untuk selalu menjaga hati, namun yang terjadi berbeda arah dengan dia. Dibalik
ini semua, apalah aku ini baginya, orang yang tidak bisa ada disaat dia butuhkan,
orang yang selalu membuat dia malu untuk memajang foto kami berdua di telepon
genggamnya, dan orang yang jarang disebut dalam kesehariannya dengan temannya.
Akupun hanya dapat ikhlas dan berdoa semoga
Allah SWT selalu menyayangi dia melebihi rasa sayangku kepadanya. Sejujurnya
aku Cemburu De’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar